karangasemtourism

Upacara Ngaben – Antara Prosesi Ritual dan Budaya

Home »  Uncategorized »  Upacara Ngaben – Antara Prosesi Ritual dan Budaya

Upacara Ngaben – Antara Prosesi Ritual dan Budaya

On December 14, 2017, Posted by , In Uncategorized, With Comments Off on Upacara Ngaben – Antara Prosesi Ritual dan Budaya

Bali merupakan destinasi wisata yang sangat terkenal di Indonesia dan mancanegara. Dengan keindahan alam, tradisi budaya lokal, kerajinan khas daerah serta fasilitas yang lengkap bagi wisatawan, Bali menawarkan paket wisata yang lengkap. Salah satunya adalah tradisi unik yang masih lestari yaitu prosesi pengurusan jenazah atau yang lebih dikenal dengan Ngaben.

Mengenal Prosesi Ngaben

Ngaben merupakan tradisi yang dilakukan umat Hindu di Bali berupa pembakaran jenazah. Ngaben tergolong dalam upacara Pitra Yadnya yang ditujukan kepada leluhur. Secara bahasa, Ngaben memiliki arti api. Upacara ini bermakna mengirim jenazah pada kehidupan selanjutnya. Sehingga Ngaben memiliki dua makna utama, yaitu upacara ritual umat Hindu dan tradisi budaya masyarakat Bali.

upacara ngaben di bali

Dalam pemaknaan ritual, Ngaben bermakna persembahan jenazah terhadap roh leluhur sekaligus mengirim rohnya pada kehidupan masa mendatang. Dalam prosesinya, jenazah diletakkan dalam posisi seperti orang tidur. Keluarga yang ditinggalkan pun menganggap jenazah yang akan dibakar tersebut sedang tidur.

Berbeda dengan anggapan orang umumnya yang melepas jenazah dengan duka cita, dalam upacara Ngaben, jenazah dilepas tanpa air mata. Sebab umat Hindu Bali menganggap jenazah hanya tidak ada sementara waktu dan mengalami reinkarnasi untuk menemukan tempat peristirahatan terakhirnya. Peristirahatan terakhir yang diyakini umat Hindu ini bernama Moksha, yakni keadaan saat jiwa telah bebas dari reinkarnasi dan lingkaran roda kematian. Upacara Ngaben melambangkan cara menyucikan roh orang yang telah meninggal.

prosesi ngaben bali

Dalam agama Hindu, Dewa Brahma atau dewa pencipta juga dikenal sebagai dewa api. Oleh karena itu, upacara Ngaben dianggap sebagai cara membakar kotoran-kotoran jiwa yang masih menempel pada jenazah. Ngaben juga diartikan sebagai cara membersihkan jasad kasar yang menempel di roh. Mereka percaya, jika jenazah telah dibakar, berarti telah mengembalikan roh pada Sang Pencipta.

Sisi Budaya

Dalam segi tradisi budaya, masyarakat Bali sangat menunggu upacara Ngaben ini dilaksanakan. Ngaben merupakan momen suka cita, sebab jika sudah melakukan upacara ini, orang tua atau anak-anak telah terlepas sebagai kewajibannya sebagai anggota keluarga. Oleh sebab itulah, tradisi Ngaben disambut dengan bahagia tanpa isak tangis. Umat Hindu meyakini isak tangis justru akan menghambat perjalanan roh ke nirwana.

Hari pelaksanaan upacara Ngaben biasanya dirembukkan dengan para tetua adat atau orang yang paham. Dalam prosesinya, tubuh jenazah diletakkan di dalam sebuah peti. Peti tersebut diletakkan di dalam sarchopagus berbentuk lembu. Lama prosesi Ngaben biasanya ditentukan dari tingkatan kasta jenazah. Jika jenazah memiliki kasta tinggi, penyelenggaraan upacara ini bisa dilakukan sampai 3 hari lamanya. Namun bagi keluarga yang berkasta rendah, jenazah harus dikubur terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan tradisi Ngaben.

pembakaran mayat di bali - ngaben

Tradisi Ngaben biasanya dilaksanakan secara besar-besaran layaknya hajatan pernikahan. Upacara ini memakan biaya yang cukup besar, khusus dalam menjamu tamu yang hadir. Oleh sebab itu, banyak orang yang baru bisa melaksanakan Ngaben jauh hari setelah anggota keluarganya meninggal.

Saat ini, banyak yang melaksanakan tradisi Ngaben secara massal dengan keluarga lainnya. Tujuannya untuk menghemat biaya prosesi upacara. Sehingga jasad orang yang telah meninggal dimakamkan sementara waktu sambil menunggu waktu upacara Ngaben dapat diselenggarakan. Bagi keluarga yang mampu dan memiliki harta yang cukup, pelaksanaan Ngaben dilaksanakan secepatnya setelah anggota keluarga meninggal.

Dengan kemeriahan dan besarnya acara penyelenggaraan, Ngaben juga berfungsi sebagai ajang budaya untuk menarik para wisatawan datang ke Bali.